
SBOBET ONLINE 2018 - Pemerintah Cile sekarang sedang menyidik lebih dari 30 anggota Gereja Kristen Roma atas tuduhan keterlibatan dalam melaksanakan pemerkosaan atau upaya menutup-nutupinya.
Penyelidikan terhadap uskup, pendeta dan pengurus gereja ini berlangsung menyusul kemunculan laporan dari lebih 260 orang yang mengaku korban, 67% di antara mereka masih anak-anak.
Kepala Gereja Kristen di Cile, Kardinal Ricardo Ezzati, terseret ke tengah pusaran skandal dengan tuduhan menutup-nutupi perkara dugaan pelecehan seksual.
Awal tahun ini, sebanyak 34 uskup dari Cile dipanggil ke Roma bersamaan dengan pernyataan Paus Fransiskus yang mengecam "budaya pelecehan dan menutup-nutupi".
Setelah mengemukakan pernyataan tersebut, Paus mendapatkan pengunduran diri sebanyak lima uskup.
Wartawan BBC News Mundo,Constanza Hola, berbincang dengan dua mantan pelajar seminari yang mengklaim mengalami pelecehan. Hola juga berbicara dengan salah seorang uskup yang mengundurkan diri, Gonzalo Duarte, mantan kepala seminari kepausan di Valparaiso, Cile bab tengah.

Mauricio Pulgar merupakan anggota kaum muda Kristen atau mudika pada 1993. Di masa itu, ia diundang menghadiri program perenungan di sebuah kota kecil di Cile bab tengah di bawah pengawasan Romo M.
Suatu malam, sang romo menyuruh mereka berenang telanjang di bak renang.
"Saya dan seorang teman menolak, namun Romo M memaksa kami. Dia berkata jikalau kami tidak melakukannya berarti kami punya problem seksual," ungkapnya kepada BBC Mundo.
"Romo M masuk ke bak dan menyentuh kami. Menurutnya, itu anggun untuk membangun iman dan percaya diri."
![]() |
Romo M menyuruh sekelompok bocah laki-laki telanjang dan berenang, kata Mauricio. “Kami pikir itu aneh, tapi ia meyakinkan kami itu hal yang bagus. Kami masih sangat muda..." |
Dua bulan kemudian, Mauricio mulai menekuni studi untuk menjadi pendeta. Di seminari, ia mengaku juga mengalami pelecehan.
"Mereka memeluk saya dari belakang ... Jika saya menolak, mereka marah."
"Saya dirisak jikalau saya tidak mengizinkan mereka mencium saya."
Dia mengenang kejadian traumatik lainnya dengan Romo H, yang ia bantu di kota tetangga.
"Dia bertanya mengapa saya tidak mau 'diinisiasi'. Saya tidak paham apa maksudnya. Dia menyampaikan heteroseksualitas tidak ada dan bahwa kita semua gay dan harus mencoba semuanya."
Uskup Gonzalo Duarte menyampaikan ia sudah pernah mendengar bahwa Romo H "punya problem homoseksualitas, namun laporan itu tiba dari keuskupan lain yang bukan di bawah pengawasan saya," ungkapnya kepada BBC sebelum mengundurkan diri, Juni lalu.
![]() |
Mauricio Pulgar (kanan) mengaku diminta memutus hubungan dengan keluarganya. Dia diberitahu bahwa ibunya merasa "rendah diri" sehabis berpisah dengan ayahnya. |
"Romo H pernah meminta saya menginap di rumahnya," kata Mauricio. "Dia memperlihatkan saya minuman dan saya mulai merasa mual. Dia bilang ke saya: 'Berbaringlah di ranjang saya, istirahatlah'."
"Saya pingsan dan terjaga oleh bunyi erangan. Dia sedang melecehkan saya. Saya mencoba mengangkat tangan dan kaki saya, tapi tidak bisa. Saya hasilnya sanggup mengangkat satu tangan, tapi ia menangkapnya dan..."
Tangis Mauricio pecah.
"Dia kemudian membuka laci penuh uang dan berkata bahwa saya telah menjadi bab dari lingkarannya. Saya bilang saya tidak mau berada di dalam lingkarannya dan pergi."
Mauricio akhinya meninggalkan seminari, tapi ia memerlukan 20 tahun untuk membuka pengalamannya.
Pada 2013, ia mengajukan pengaduan ke pihak gereja.
"Memang ada investigasi, tapi kejahatannya tidak pernah ditemukan," kata Uskup Duarte, yang meyakini homoseksual ialah "dosa serius" tapi bukanlah kejahatan selama orang remaja ikut terlibat.
![]() |
"Perlu waktu sangat usang bagi saya untuk menyadari bahwa ini ialah pelecehan seksual," kata Sebastián del Río. |
Sebastián del Río sudah tahu cita-citanya ialah menjadi pendeta semenjak usia 12 tahun. Pada 1999 ia masuk seminari sehabis lulus dari sekolah menengah atas.
Dekan seminari tersebut ialah Romo M, orang yang dituduh memaksa Mauricio berenang telanjang enam tahun sebelumnya.
Menurut Sebastián, Romo M menjadi terobsesi dengannya.
"Dia biasa tiba ke kamar saya untuk basa-basi. Saya mulai membuka pintu ketika ia datang, saya takut."
Suatu ketika ia melaporkan Romo M kepada uskup yang bertanggung jawab atas seminari tersebut. Oleh sang uskup, Sebastian diberitahu bahwa Romo M punya "masalah emosional".
"Saya bertanya apa maksudnya dan ia memberitahu bahwa Romo M telah jatuh cinta kepada saya."
Sang uskup mendorong Sebastián menghadapi Romo M.
"Saya pikir ia akan membantah semuanya, tapi ia mulai menangis. Dia bilang kepada saya bahwa ia tidak pernah bermaksud melukai saya."
Romo M hasilnya dipindahtugaskan. Namun, itu bukanlah tamat dari pengalaman buruknya, kata Sebastián.
![]() |
Paus Fransiskus memanggil 34 uskup asal Cile ke Roma dan mengecam "budaya pelecehan dan menutup-nutupi." |
Dia ingat kejadian lain. Sesaat sehabis selesai mencar ilmu ia menuju kamar Uskup Duarte untuk berbincang mengenai penasbihannya.
"Kami sedang berbincang dan tiba-tiba ia setengah telanjang dan meminta saya membalurkan minyak antiperadangan di punggungnya. Itu sangat memalukan."
Uskup Duarte menepis telah melaksanakan kesalahan.
"Itu trik kotor," kata Duarte. Menurutnya, asistennya telah memintanya untuk mendapatkan Sebastián alasannya hari itu "dia menangis".
Sebelum kejadian di kamar, kenang Duarte, ia telah memimpin sebuah prosesi yang panjang dan selagi di kamar ia meminta Sebastián membalurkan minyak ke punggungnya yang lelah selagi ia mendengarkan Sebastián.
"Itu saja!" cetus Duarte.
Akan tetapi, Sebastián menuduhnya turut campur dalam kariernya sehingga ia tidak pernah ditahbiskan.
Pada 2010, Sebastián melayangkan laporan resmi (yang dilihat BBC) berisi tuduhan terhadap Romo M dan Uskup Duarte. Akan tetapi, Sebastián tidak pernah mendapatkan jawaban.