
Link SBOBET Terbaru 2018 - Partai Gerindra telah menentukan tiga hingga empat kandidat cawapres untuk Prabowo Subianto. Nama-nama itu telah mempertimbangkan perwakilan para partai koalisi dan hasil ijtima ulama GNPF beberapa waktu lalu.
Mereka ialah Salim Segaf Aljufri, Ustaz Abdul Somad, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan. Nama AHY yang dianggap mempunyai kans besar dan sangat dipertimbangkan oleh Prabowo sebagai capres.
Kandidat Cawapres Prabowo harus berusaha menaikan elektabilitasnya. Untuk itu sebaiknya pasangan Prabowo harus mulai melaksanakan kritik terhadap incumbent. Tak terkecuali cawapres terkuatnya ketika ini yaitu AHY. AHY harus mulai memberikan kritik-kritik yang solutif bagi pemerintahan Jokowi.
Bisa bicara wacana utang luar negeri, bicaralah wacana tenaga kerja asing, bicaralah wacana cara-cara menurunkan harga-harga pokok atau penguatan rupiah. Ini penting dilakukan oleh AHY kritik sanggup mambantu dongkrak bunyi Prabowo di Pilpres 2019 nanti.
Menurut saya putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mempunyai representasi milenial dan kecakapan intelektual yang lumayan. Sehingga, kans AHY lebih besar ketimbang kandidat cawapres Prabowo lainnya.
Tetapi yang tidak kalah penting, pasangan ini (Prabowo-AHY) harus memberikan agenda yang sanggup menyentuh kebutuhan masyakat milenial. Sosoknya sudah representasi milenial, sekaligus programnya harus sanggup menjawab persoalan-persoalan masyakat.
Dia mencontohkan, agenda pembangunan ekonomi kreatif dengan pendekatan milenial atau sistem pertanian yang berbasis teknologi IT. Dengan teknologi komputer, para petani sanggup mengetahui kapan waktu pemupukan tanaman, kapan tumbuhan membutuhkan air, dan lain-lain.
Di bidang pendidikan sanggup memakai sistem berguru mengajar jarak jauh melalui skype. Misalnya, mata kuliah tertentu dosennya mengajar dari eropa, mahasiswanya ada di Samosir ada di Papua. Prabowo dan AHY untuk memberi kritik membangun kepada pemerintah Jokowi. Prabowo sering mengkritik pemerintah tetapi tidak memakai data yang valid, sehingga sering malah ibarat blunder. Tentu saja hal ini harus segera diperbaiki. Masyarakat ini cukup cerdas untuk mengetahui kritik membangun atau hanya banya mulut dan asal jeplak saja.
Diberitakan sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon, kandidat cawapres Prabowo tinggal tiga. Yakni Salim Segaf representasi PKS, Ustaz Abdul Somad dari proposal PAN, dan AHY dari Partai Demokrat. Dan yang sangat dipertimbangkan ketika ini ialah AHY.
Diketahui, Forum Ijtima Ulama dan tokoh Nasional Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) telah memberikan rekomendasi terkait cawapres Prabowo. Dalam lembaga tersebut tetapkan dua nama yakni Ustaz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Al Jufri yang direkomendasikan menjadi cawapres Prabowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan tiga nama kandidat cawapres Prabowo yang ketika ini sudah mengerucut. Melalui akun Twitternya @fadlizon, pada Rabu (1/8/2018), nama tiga kandidat cawapres tersebut ia ungkapkan.
Fadli Zon menyampaikan kalau nama-nama tersebut termasuk putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nama cawapres sang Ketum, Prabowo Subianto sudah mengerucut ke tiga nama. Ketiga nama itu yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri hingga Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pendukung kubu oposisi mulai terbelah di dunia maya, akhir perbedaan pandangan dalam mendukung calon pendamping bagi Prabowo Subianto. Parahnya, salah satu kelompok mulai menyerang kandidat kelompok lain, ibarat yang dilakukan segelintir pendukung Ustad Abdul Somad (UAS) terhadap politisi muda Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Wakil Sekjen Demokrat, Andi Arief, bahkan hingga meminta semoga pendukung UAS dan Salim Segaf Al Jufri untuk fokus dalam mencuri hati Prabowo. Tanpa perlu melaksanakan penyerangan kepada kandidat yang diajukan partai lain yang juga tergabung dalam koalisi oposisi.
Berikut cuitan Andi Arief :
“Pendukung UAS dan ketua dewan syuro PKS silakan berjuang meyakinkan Pak Prabowo, tetapi jangan menyerang yang lain, contohnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono)”
Iya jangan serang AHY nanti ada yang murka lo. Tahu kan siapa yang marah? Tapi saya kira hal yang dianggap serangan terhadap AHY sanggup dijadikan ajang latihan bagi AHY. Untuk berguru dan terbiasa di serang, di kritik atau apapun namanya. Sehingga pengalaman politiknya sanggup lebih matang dan teruji. Sehingga tidak ada yang menyebutnya boncel, anak kecil tapi sah disebut Wisanggeni.
Sebelumnya, Prabowo digadang-gadang maju di Pilpres 2019 dengan menggandeng AHY. Wacana tersebut mengemuka sesudah Demokrat menyatakan berkoalisi dengan Gerindra untuk mendukung pencapresan mantan Danjen Kopassus itu.
Namun, selang beberapa hari kemudian, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) mengeluarkan rekomendasi hasil ijtima ulama. Dalam rekomendasi itu ada dua cawapres yang diajukan, Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS).
Kondisi inilah yang memicu terbelahnya kontribusi bagi tiga kandidat. Loyalis PKS mendukung Salim Segaf, sementara dominan lainnya menjagokan UAS dan AHY.
Koranbarca88™
Koranbarca88™