
SBOBET ONLINE 2018 - Para petugas masih terus bekerja keras menangani efek gempa di Lombok, khususnya di Lombok Utara, namun minimnya alat berat menciptakan tim SAR harus melaksanakan sebagian besar penyelamatan secara manual.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan beberapa tempat yang terdampak masih terisolir alasannya rusaknya jalan, sementara listrik di beberapa daerah masih terputus.
Sementara penanganan dan penyelamatan korban menghadapi hambatan peralatan sehingga banyak dilakukan secara manual.
"Ada beberapa desa, terutama di Lombok Utara, itu ada desa-desa kecil yang kebetulan masyarakat tinggal di bukit-bukit yang memang kondisi jalan ke sana memang sempit, kemudian jalannya mengalami kerusakan," ujar Sutopo kepada BBC Indonesia, Senin (06/08).
Sutopo memperkirakan korban jiwa tanggapan gempa masih akan terus meningkat alasannya proses penyelamatan masih berlangsung.
"Petugas dari tim pencarian dan penyelamatan bersama belum mencapai semua daerah di Lombok, terutama daerah yang paling rusak berat," ungkapnya mengacu pada Kabupaten Lombok Utara.
Kabupaten Lombok Utara merupakan tempat yang paling banyak menderita korban tanggapan gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) itu: sejauh ini setidaknya 72 korban terwas dan 64 orang luka terjadi di Lombok Utara.
Kabupaten ini meliputi antara lain tujuan wisata populer Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Sekitar 2.000 wisatawan, kebanyakan asing, sudah diungsikan keluar dari ketiga Gili atau pulau kecil itu.
![]() |
Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (06/08). |
Senada dengan Sutopo, Humas Basarnas Mataram Agus Hendra Sanjaya mengatakan, selain minimnya alat berat, rusak beratnya infrastruktur jalan semakin mempersulit proses evakuasi.
"Ini kita sangat membutuhkan alat berat. Dan alat berat saja pun tidak akan cukup tanpa alat ekstrikasi (alat untuk membongkar kendaraan dll untuk membebaskan korban yang terperangkap di dalamnay) yang kecil-kecil alasannya takutnya merusak," ujar Agus.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto - yang ditunjuk Presiden memimpin eksklusif penanganan gempa Lombok - menyatakan bahwa pengadaan alat berat semenjak awal menjadi perhatian pemerintah.
Alat berat itu sudah dikerahkan Senin (06/08) sore, untuk mengevakuasi korban jamaah sholat Isya yang tertimbun masjid yang roboh di desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
Para jemaah itu sedang melaksanakan solat Isya pada Minggu malam lalu, saat tiba-tiba atap masjid roboh tanggapan gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) itu. Humas Basarnas Mataram Agus Hendra Sanjaya mengatakan, para jamaah semuanya tertimbun reruntuhan dan dicemaskan tewas.
"Kita berusaha untuk mengeluarkannya mengingat bangunannya ini hancur total, kegencet masuk ke dalam tanah. Ini atap paling atas aja sudah hampir rata dengan tanah. Kita memperkirakan masih banyak korban jiwa di bangunan masjid yang runtuh ini," ujar Agus.
![]() |
Bangunan masjid dua lantai itu rubuh sesudah diguncang gempa berkekuatan tujuh Skala Richter itu pada Minggu (05/08) malam saat jamaah masjid itu sedang solat Isya. |
Gempa Minggu malam itu mengguncang Lombok yang belum pulih dari efek dan stress berat tanggapan gempa 6,4 SR yang mengguncang tempat itu sempurna sepekan sebelumnya.
Kepanikan masyarakat berlipat ganda oleh kecemasan akan datangnya Tsunami.
Salah satu warga Mataram, Lalu Gita Aryadu menuturkan getaran gempa yang berpusat di Lombok Utara, itu terasa jauh hingga Mataram, ibukota provinsi, yang berjarak empat jam perjalanan dari Lombok Utara.
"Kalau kerusakan pertama kan episentrumnya di Lombok Utara dan Lombok Timur. Yang banyak roboh ialah perumahan warga. Sekarang gempa yang kedua ini dirasakan cukup besar di kota Mataram," kata Lalu Gita Aryadu.
"Kerusakan juga sangat hebat, terutama di bangunan instansi pemerintah. Di Mataram kan banyak bangunan-bangunan kantor pemerintah," tambahnya.
Evakuasi bertahap
Sebagian besar wisatawan dan warga di Gili Trawangan, Gila Air dan Gili Meno, tiga pulau wisata kecil, diungsikan ke pulau Lombok atau ke Bali. Namun masih banyak yang menunggu giliran.
Seorang karyawan sebuah hotel di Gili Trawangan, Baiq Dian Siswantari mengatakan, Senin (06/08) siang itu masih menunggu.
"Saya belum sanggup menyeberang, alasannya masih menunggu santunan bahtera cepat. Saya belum tahu kapan sanggup berangkat," katanya melalui sambungan telpon.

Dia mengaku berada di pelabuhan penyeberangan Gili Trawangan bersama ratusan orang yang juga mengantri untuk dievakuasi. Di antara mereka terdapat pula turis gila yang "jumlahnya juga banyak," kata Dian.
Sutopo Yuwono dari BNPB mengungkapkan penyelamatan mengalami hambatan karena keterbatasan jumlah kapal. Apalagi, katanya "air bahari surut menyulitkan kapal besar untuk berlayar," ujar Sutopo.
![]() |
Sejumlah wisatawan mancanegara menuruni kapal cepat saat tiba di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). |
Evakuasi wisatawan yang ada di Gili Terawangan, Gili Air dan Meno terus dilakukan hingga Senin malam.
Sutopo menuturkan tidak ada data resmi berapa jumlah wisatawan, baik wisatawan gila maupun domestik yang berada di tiga pulau itu.
"Tim SAR adonan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 2.700 orang wisatawan gila dan domestik dari ketiga pulau tersebut pada 6/8/2018 pukul 15.00 WIB," ujarnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyampaikan banyak sekali kapal dikerahkan termasuk termasuk armada kapal negara milik Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar serta Distrik Navigasi Benoa."Menurut laporan yang kami terima, KSOP Lembar telah mengerahkan beberapa kapal untuk mengevakuasi para wisatawan dan warga yang ada di Gili Trawangan dan sekitarnya memakai kapal patroli, kapal Eka Jaya 26 dan fastboat Patagonia," terperinci Agus Purnomo.
Kapal-kapal yang dikerahkan antara lain Kapal Patroli KPLP, Kapal Eka Jaya, Kapal Patagonia, Kapal Pelni KM Binaiya, dan Kapal ASDP KMP Port Link dan KMP Sindu Dwitama, selain kapal-kapal Basarnas, dan banyak sekali kapal milik banyak sekali instansi dan perusahaan swasta."Kapal-kapal tersebut sudah diatur dengan tujuan pelabuhan Benoa, Lembar, Padangbai atau ke Pemenang," tambah Agus.
Kesulitan Logistik
Perkara lain yang kemudian menyusul ialah kesulitan logistik yang mendera masyarakat Lombok.
Sutopo Yuwono dari BNPB mengakui logistik memang belum memenuhi seluruh kebutuhan korban gempa.
"Di sisi lain, beberapa daerah masih terisolir di Lombok Utara, khususnya di daerah gunung. Belum sanggup dijangkau alasannya kanal jalannya kecil dan penyelamatan serta penyelamatan pertolongan belum sanggup dilakukan," ujarnya.
![]() |
Warga mengangkat sepeda dari reruntuhan rumah yang rusak tanggapan gempa bumi di Lombok Barat, NTB, Senin (6/8) |
Selain itu, air higienis masih sangat menjadi dilema karena jaringan PDAM di Lombok Utara dan Lombok Timur rusak. Begitu juga listrik yang terputus di banyak sekali wilayah yang terkena gempa.
Koranbarca88™
Koranbarca88™